Mengembangkan Batik Warna Alami

batik lasem bentuk nagaSaat ini dengan perkembangan dunia yang semakin peduli terhadap lingkungan, berkembang kembali dalam dunia batik wacana tentang penggunaan bahan warna yang berasal dari zat alam. Penggunaan zat warna dari bahan alami ini sebenarnya telah dilakukan sejak zaman dahulu oleh para seniman batik di Jawa. Penggunaan berbagai macam bahan yang ada di sekitar mereka ini membuat batik memiliki warna khas yang bergantung dari asal daerah pembuatan batik tersebut. Hal ini terlihat salah satunya pada warna merah khas dari wilayah Lasem yang pada zaman dahulu hanya dapat dibuat di daerah ini. Warna alami ini memiliki beberapa kelebihan yang salah satunya adalah sangat ramah terhadap lingkungan. Hal ini menjadi cukup penting beberapa tahun belakangan ini di mana kampanye untuk menyelamatkan lingkungan hidup sedang gencar dilakukan. Namun penggunaan warna alami ini memang memiliki tingkat kesulitan yang lebih rumit dan membuat proses pembuatan batik lebih lambat. Hal ini lah yang membuat banyak pengusaha batik enggan untuk menggunakan jenis warna alami ini. Proses batik yang menggunakan warna buatan dapat dibuat dengan proses yang cukup cepat yaitu hanya dalam waktu satu hari. Sementara untuk membuat batik dengan bahan warna alami memerlukan waktu yang cukup lama, hampir sekitar satu minggu. Hal ini lah yang membuat beberapa pengusaha batik agak enggan untuk menggunakan bahan alami. Selain itu menurut beberapa pengusaha batik harga jual untuk kain batik dengan bahan alami ini tidak terpatok terlalu jauh dengan batik yang dibuat dengan bahan warna buatan. Hal ini dilakukan oleh para pengusaha batik karena ada kekhawatiran kalau baju batik yang mereka buat dengan warna alami ini tidak laku dengan cepat. Jika satu lembar batik dengan bahan warna buatan dijual dengan harga tiga ratus lima puluh ribu rupiah maka batik warna alami mereka jual di sekitar harga empat ratus ribu rupiah. Hal ini lah yang membuat beberapa pengusaha batik enggan menggunakan warna alami. Namun di sisi lain banyak juga pengusaha batik yang mulai kembali bersemangat menggunakan bahan warna alami ini salah satu nya adalah bapak Sipon Sunardi yang merupakan pemilik batik Retno Mulyo. Menurut beliau penggunaan batik warna alami ini sedang sangat dicari oleh masyarakat sehingga peminatnya sangat banyak. Proses pembuatan batik ini memang menurut bapak Sipon cukup rumit, namun untuk jangkauan pemasaran nya, batik dengan jenis warna alami ini justru lebih luas. seperti untuk di wilayah Semarang beliau bisa menjual batik dengan warna alami ini dengan harga sekitar lima ratus ribu rupiah sementara di Jakarta beliau bahkan dapat menjual hingga harga tujuh ratus ribu. Selain itu menurut beliau bahan baku untuk pembuatan bahan warna alami cukup mudah diperoleh dan tidak mahal. Kain batik warna alami ini menjadi mahal karena prosesnya yang lebih rumit. Jadi tinggal bagaimana pilihan kita, ingin yang ramah untuk lingkungan atau yang tidak.

Kota Batik Pekalongan

Batik Pekalongan BelandaSalah satu kota batik yang ada di Indonesia adalah kota Pekalongan. Kota ini merupakan kota yang dapat disebut memiliki industri baju batik yang paling besar yang ada di negara kita ini. Kota yang terletak di daerah pesisir pantai utara pulau jawa ini memang sangat terkenal dengan produksi baju batik mereka yang telah tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Para seniman batik yang berada di kota Pekalongan ini dapat disebut sebagai para seniman yang sangat kreatif dan memiliki banyak ide baik dalam hal membuat motif batik yang baru atau dalam membuat desain baju batik yang akan mereka pasarkan. Baju batik yang dibuat oleh para seniman batik di daerah Pekalongan ini terkadang menjadi tren tersendiri dikalangan pecinta batik di Indonesia dengan desain baju yang modern dan selalu mengikuti mode yang berkembang dalam masyarakat Indonesia. Batik yang dibuat oleh industri batik di daerah Pekalongan ini memiliki ciri khas dengan menggunakan warna batik yang cerah dan motif batik yang mereka pakai pada umumnya menggunakan pola alam sekitar dan juga lingkungan Pekalongan. Motif batik tersebut diantaranya adalah motif batik burung yang sering menggunakan warna merah dan juga warna biru. Selain itu ada juga motif baju batik yang menggunakan pola tumbuhan. Dalam pola ini dikenal juga dengan sebutan buketan dimana terdapat gambar berbagai bentuk tumbuhan dan juga bunga yang digambar dengan indah pada permukaan kain. Tekstur motif batik yang dibuat oleh para seniman batik tulis di wilayah Pekalongan ini pada umumnya memiliki tekstur yang lembut. Industri batik di Pekalongan ini pada umumnya dikuasai oleh pengusaha batik dengan skala yang kecil. para pengusaha batik ini pada umumnya masih dalam skala rumah dan menjadikan rumah yang mereka miliki sebagai tempat produksi batik dan sekaligus juga sebagai tempat memajang berbagai motif batik yang mereka buat. Kota Pekalongan saat ini dapat dikatakan sebagai pusatnya pembuatan batik di Indonesia. Hal ini sangat terlihat dari segala penjuru kota ini yang penuh dengan berbagai toko batik maupun industri batik. batik memang telah menjadi industri yang sangat di andalkan sebagai pendapatan utama bagi sebagian besar penduduk kota ini.

Tradisi Batik Indonesia

batik jogjaBangga akan baju batik telah menjadi salah satu hal yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia secara luas. Batik yang merupakan kesenian yang berasal asli dari budaya dan juga tradisi Indonesia saat ini telah diakui sebagai warisan dalam budaya dunia. Hal ini dapat terjadi karena masyarakat Indonesia selama puluhan dan juga ratusan tahun dapat menjaga kesenian batik ini dalam bentuk aslinya. Seni membuat batik tidak terlalu berubah dari pertama kali muncul dalam kebudayaan keraton hingga saat ini dimana batik telah menjadi busana kebanggaan semua orang di Indonesia. Menjaga tradisi membuat batik bukan lah suatu hal yang mudah, berbagai macam rintangan terus ada dan membuat batik di negara kita yang tercinta ini sempat mengalami masa redup dan juga masa jaya nya. Saat ini dengan adanya dukungan yang baik dari pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat untuk menjaga kesenian batik tradisional ini membuat berbagai industri batik di berbagai wilayah Indonesia tumbuh dengan subur dan berkembang dengan baik. Saat ini batik telah berubah menjadi sebuah model baju batik modern yang tidak hanya dipakai dalam acara adat saja namun telah menjadi pakaian sehari-hari dalam kehidupan kita. Keindahan motif baju batik saat ini dapat kita temui dalam berbagai macam bentuk, mulai dari motif batik keraton, batik pesisir, batik kontemporer dan masih banyak lagi jenis batik lainnya yang terus bermunculan. Anjuran dari pemerintah lah yang pertama kali membuat gairah dalam industri batik ini berkembang dengan sangat pesat. Pemakaian baju batik sebagai busana yang dipakai dalam kantor pada hari-hari tertentu membuat banyak masyarakat Indonesia yang kembali mencari batik dan juga membeli batik untuk menambah koleksi busana mereka. Peningkatan dalam hal kebutuhan batik ini kemudian membuat banyak orang yang dahulunya pernah melakukan usaha dalam bidang batik kembali menekuni usaha ini setelah lama berhenti. Seni pembuatan batik di berbagai wilayah Indonesia ini memang pernah mengalami masa surut nya yang disebabkan oleh berbagai macam faktor. Namun saat ini batik telah berhasil menjadi hal yang sangat disukai dan dibanggakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Batik Tulis Di Salem

Batik Brebes 1Seni batik yang dibuat di daerah Salem ini bermula ketika seorang putri dari Pekalongan menikah dengan pemuda desa Salem. Saat ini seni batik Salem telah menjadi nafas di desa tersebut dan juga di desa sekitarnya. Batik salem merupakan kesenian yang diwariskan secara turun temurun dalam masyarakat desa ini. Cucu dari putri yang berasal dari Pekalongan itu salah satu nya adalah Ibu Ratminah yang saat ini masih aktif membuat batik dalam kehidupan nya setiap hari. Ibu Ratminah merupakan salah satu pengusaha batik yang terbesar di desa tersebut. Selain itu Ratminah, seniman batik di seluruh wilayah kecamatan Salem ini telah mencapai jumlah sekitar tiga ratus empat puluh orang yang tersebar di desa Bentar dan juga di desa Bentarsari. Keterampilan membuat batik di daerah ini sangat dikuasai oleh kalangan wanita, terutama ibu rumah tangga dan juga pelajar wanita. Produksi batik di daerah Salem ini memang masih belum sebesar di wilayah Jogja, Pekalongan dan juga Solo. Para seniman batik di wilayah Salem ini masih membuat batik sebagai pekerjaan sambil lalu di kala mereka sedang santai. Pekerjaan membuat batik ini dikerjakan setelah para ibu tersebut selesai mengurus rumah dan juga ada yang melakukan nya sambil menjaga warung. Walaupun batik di wilayah ini dibuat secara sambil lalu, namun kualitas dari batik salem ini tidak kalah dengan produksi batik daerah lain. Batik Salem ini pernah mendapatkan pengakuan sebagai baju batik yang paling asli dari semua jenis batik. Dan hal yang membuat pengakuan tersebut adalah kain batik yang dibuat oleh masyarakat Salem ini masih seluruhnya dikerjakan oleh tangan manusia. Justru karena proses pembuatan nya yang santai ini membuat kain batik Salem dibuat dengan sangat teliti dan tidak diburu oleh waktu. Hal ini lah yang tidak ditemui dalam industri batik di wilayah lain. Para produsen batik di wilayah lain telah mengerjakan batik dengan banyak bantuan karena dianggap cara tradisional sangat menyita waktu dan tidak efektif. Batik yang dibuat dengan cara tulis jika dibandingkan dengan batik cap memang memiliki banyak kelebihan diantaranya adalah hasil karya batik tulis akan terlihat lebih artistik.

Batik Dari Serat Kayu

batik boyolali gluguKeindahan alam memang telah banyak menjadi sumber inspirasi untuk membuat berbagai jenis motif baju batik yang baru. Hal ini juga dilakukan oleh Muhammad Amin yang meniru pola serat kayu yang beliau lihat pada kayu glugu. Saat ini motif batik yang dibuat oleh Bapak Muhammad Amin ini telah menjadi motif batik unik yang khas dari wilayah Boyolali. Bahkan motif baju batik Glugu ini telah sangat dikenal luas di kalangan masyarakat Indonesia yang menyukai batik. Walau terbilang sebagai sebuah motif batik yang masih baru, namun batik khas Boyolali ini telah berhasil menjadi motif batik yang sangat digemari oleh masyarakat luas. Bahkan sejumlah pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia ada juga yang menggunakan motif batik glugu sebagai baju batik yang mereka pakai sebagai seragam kantor mereka. Masyarakat Brebes dan juga pencipta motif batik Glugu ini sangat senang dan juga gembira motif batik khas wilayah Brebes ini menjadi terkenal dan dicintai oleh masyarakat luas. untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka hak cipta untuk motif batik Glugu ini di urus nya dan dibuatkan hak paten atas nama beliau. Motif serat yang terdapat pada kayu glugu ini sangat unik dan membuat banyak ragam dan juga jenisnya. Pola yang ada pada serat kayu glugu ini sangat banyak jenisnya dan tidak ada yang sama persis antara satu dengan lainnya. Hal ini lah yang membuat motif baju batik glugu ini memiliki ragam motif batik yang sangat banyak dan telah mencapai jumlah ribuan. Batik yang semula hanya diproduksi dalam jumlah terbatas oleh bapak Muhammad Amin ini akhirnya dibuat dalam jumlah yang sangat banyak untuk memenuhi pesanan batik motif glugu yang datang dari berbagai wilayah di nusantara. Pesanan tersebut juga datang dari berbagai kantor pemerintah yang ada di berbagai wilayah Indonesia. Pada umumnya pesanan batik dari kantor ini, dibuat untuk memenuhi kebutuhan seragam baju batik di kantor tersebut. Hal ini membuat kain batik dengan motif glugu semakin dikenal di seluruh wilayah Indonesia.

Motif Batik Banyumas

Batik Banyumas-Motif Batu WaljinanBanyumas merupakan sebuah wilayah yang berada di daerah Selatan Jawa Tengah. Kabupaten ini terletak di bagian selatan kaki Gunung Slamet yang merupakan gunung yang paling tinggi di daerah Jawa Tengah. Masyarakat daerah ini cukup terkenal dengan bahasa mereka yang khas yang disebut bahasa jawa Ngapak. Bahasa ini merupakan salah satu dialek yang khas yang cukup berbeda dengan bahasa jawa pada umumnya. Banyumas merupakan daerah yang cukup tenang dan memiliki banyak sektor pariwisata yang diunggulkan kota ini. Hal ini dapat terlihat selain mengandalkan wisata alam yang memang sangat indah dari kota ini, masyarakat Banyumas juga bangga dengan kerajinan batik khas yang mereka miliki yang dikenal dengan sebutan batik banyumasan. Batik Banyumas ini sebenarnya cukup mirip dengan batik lain yang berada di wilayah Jawa Tengah, namun batik khas masyarakat Banyumas ini memiliki ciri khusus dalam baju batik milik mereka yaitu kedua sisi kain batik yang dibuat disini memiliki bentuk yang sama dan kualitas yang sama baiknya. Hal ini merupakan gambaran dari karakter masyarakat Banyumas yang memegang teguh kejujuran dan apa yang mereka katakan di depan tidak akan berbeda dengan apa yang mereka katakan di belakang. Batik Banyumas ini memiliki pusat pembuatan batik di daerah Sokaraja yang pada zaman dahulu merupakan tempat yang menjadi tujuan para pengikut Pangeran Diponegoro usai perang. Batik di daerah Banyumas ini pernah mengalami masa jaya di sekitar tahun enam puluh lima hingga tahun tujuh puluhan. Pola dan corak batik yang biasa dibuat adalah bentuk tumbuhan dan juga hewan yang mereka temui di alam kota tersebut yang memang dekat dengan hutan dan juga pegunungan. Budaya masyarakat asli Banyumas yang tidak memiliki basa basi dan sangat terbuka sangat tampak pada kain batik yang mereka buat. Batik Banyumasan ini terkenal dengan pola mereka yang menjunjung tinggi nilai kebebasan, sangat menghargai perbedaan dan juga semangat kebersamaan. Motif batik khas banyumas ini dapat kita jumpai dalam motif batik yang bernama motif sekarsurya, motif batik sidoluhung, motif batik jahe puger, dan motif batik cempaka mulya.

Batik Dari Depok

Batik Depok 5Hari batik nasional saat ini kita peringati setiap tanggal 2 oktober. Hal ini mengingatkan kita sebagai masyarakat untuk terus menjaga kelestarian batik Indonesia. Batik yang ada di berbagai wilayah ini memiliki pola yang khas, begitu juga batik yang ada di kota Depok. Batik masyarakat Depok ini telah menjadi salah satu ciri khas dalam batik Indonesia dan memberikan bentuk dan pola nya sendiri dengan warna mereka yang khas. Seni batik adalah warisan yang berasal dari nenek moyang dan merupakan sebuah bentuk kebudayaan dan juga sebuah karya seni asli bangsa Indonesia yang memiliki ciri khas. Dalam perjalanannya, seni batik ini telah menjadi sebuah industri yang dapat memberikan lapangan pekerjaan yang luas sehingga dapat meningkatkan dan membuat masyarakat Indonesia di berbagai wilayah menjadi lebih sejahtera. Di Depok saat ini masyarakat kota ini telah mengembangkan produktivitas mereka dan juga menjual motif batik khas kota ini ke berbagai wilayah. Pemerintah kota depok sangat mendukung perkembangan industri batik di daerah Depok ini dan memberikan berbagai macam pembinaan produk kerajinan masyarakat dan juga terhadap seni batik untuk meningkatkan berbagai macam industri di kota ini. Pemerintah daerah melalui dekranasda memiliki tujuan  untuk menemukan, mengembangkan dan juga melestarikan kebudayaan yang berkembang di dalam masyarakat kota Depok ini. Berbagai macam cara dan juga usaha dilakukan untuk memberikan peningkatan dalam hal kualitas seni batik ini sehingga dapat memberikan kebanggaan bagi kota Depok dan juga negara Indonesia. Dalam rangka menemukan ciri dalam batik khas kota Depok ini, pada sekitar tahun 2007 an, pemerintah kota Depok menyelenggarakan perlombaan untuk memperoleh motif batik khas kota Depok. Hasil dari sayembara tersebut akhirnya menemukan sepuluh motif baju batik khas dari kota ini yang kemudian dibuatkan paten nya pada bulan januari tahun 2008. Berbagai macam motif baju batik khas kota Depok ini memberikan pola dan juga simbol yang memperlihatkan ciri khas kota Depok. Hal ini bertujuan untuk membuat motif batik kota Depok dapat dikenali dengan mudah dan juga dapat mengangkat industri batik kota Depok itu di mata masyarakat luas.

Kain Batik Minahasa

Suku Minahasa juga memiliki kain tradisional yang khas dalam budaya mereka. Kain ini dikenal dengan nama kain bentenan. Suku Minahasa diperkirakan membuat kain batik tradisional mereka ini pada sekitar abad ke tujuh setelah masehi. Kain baju batik ini pada mulanya menggunakan bahan dasar yang berasal dari serat kulit kayu yang juga disebut oleh masyarakat daerah ini sebagai fuya. Serat kulit kayu yang dipakai oleh masyarakat suku Minahasa merupakan serat kayu yang berasal dari pohon lehendong dan juga pohon sawukouw. Serta ada juga serat kain yang berasal dari nanas dan juga pisang yang dikenal dengan nama koffo. Sementara itu serat kain yang berasal dari bambu disebut dengan nama wa’u. Berbagai serat kayu ini diubah menjadi sebuah kain dengan cara dilakukan proses tenun tradisional. Hasil kain tenun tradisional masyarakat Minahasa ini lah yang kemudian dikenal dengan sebutan kain batik bantenan. Seni ini dikenal dalam kehidupan dan juga budaya masyarakat Minahasa pada sekitar abad ke lima belas dan bahan yang digunakan telah mulai menggunakan kain katun. Proses pembuatan kain khas Minahasa ini banyak dilakukan di daerah Desa bantenan yang memiliki lokasi di daerah Pantai timur minahasa tenggara. Di desa ini lah kain batik Bantenan pertama kali dibuat. Berdasarkan catatan sejarah, kain batik bantenan ini ditemukan dan terakhir di tenun di daerah ratahan pada sekitar tahun 1900an. Kain bantenan ini memiliki tujuh jenis motif yaitu motif batik tonilama yang merupakan kain tenun yang menggunakan benang putih dan tidak memiliki warna. Sehingga hasil yang diperoleh berupa kain putih. Motif yang kedua adalah motif sinoi ang menggunakan benang dengan berbagai macam warna dan memiliki bentuk garis. Kain Pinatikan merupakan motif selanjutnya. Kain ini merupakan kain tenun yang menggunakan pola garis dengan motif jala dan berbentuk segi enam. Kain ini merupakan kain yang pertama kali ditemukan di Minahasa. Motif selanjutnya adalah motif Tinompak Kuda yang merupakan kain tenun dengan aneka motif berulang. Kain tenun tinonton mata yang merupakan kain tenun dengan motif bergambar manusia. Kain ka’iwu patola yang merupakan tenun dengan motif tenun patola India, dan terakhir adalah kokera yang merupakan tenun dengan motif bunga warna warni yang menggunakan sulam manik-manik.

Khas Dari Batik Ciamis

Batik Ciamis-Motif Cupat MangguMotif batik khas dari Ciamis terkenal dengan pola nya yang bersahaja. Warna motif batik yang menonjol adalah warna hitam, warna putih dan juga paduan antara warna coklat kekuningan merupakan jenis warna yang menonjol pada kain batik khas kota Ciamis. Ragam hias yang tampak pada batik Ciamis adalah yang memperlihatkan tema natural dengan gambar berbagai macam flora dan juga fauna dan juga keindahan alam kota ini. Motif batik yang sederhana ini merupakan salah satu bentuk yang tidak lepas dari sejarah batik yang ada di kota ini, yaitu ragam hias yang berasal dari pesisir seperti daerah Indramayu dan juga motif batik dari cirebon. Motif batik Ciamis ini juga tampak memiliki ragam hias yang khas berasal dari daerah Solo dan juga Jogja. Hal ini tidak lain karena awal mula seni batik di daerah ini berasal dari para penduduk Jawa Tengah pindah dan menetap di daerah Ciamis ini. Batik yang dibuat oleh masyarakat kota ini mendapatkan pengaruh dari budaya batik pesisir dan juga batik keraton, sehingga motif baju batik ini memiliki paduan berbagai macam budaya yang juga berasal dari kehidupan masyarakat kota ini setiap harinya. Motif batik di daerah ini memiliki motif batik khas dan dikenal dengan sebutan batik Ciamisan. Ciri dari batik khas kota ini adalah sesuai dengan gaya dan juga hal yang disukai oleh masyarakat setempat yang memiliki sifat bersahaja dan juga memiliki suka dengan gaya elegan. Motif batik dari daerah Ciamis pada umumnya tidak memiliki makna khusus, dan juga tidak memperlihatkan lambang tertentu dan tidak memiliki batik yang menunjukkan status sosial masyarakat kota ini. Motif batik yang dibuat di daerah ini merupakan motif batik yang dibuat dengan pola yang sederhana dan memang hanya dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan baju batik. Ragam hias yang sederhana ini adalah berbagai macam bentuk yang sumber ide nya berasal dari alam sekitar dan juga kehidupan harian masyarakat kota ini. Dalam motif batik yang dibuat di Ciamis ini banyak yang menggunakan keindahan alam kota ini sebagai motif khas mereka.

Motif Batik Kahuripan

batik kahuripanKesenian membuat batik telah diakui sebagai sebuah seni yang memiliki nilai sangat tinggi dan telah menjadi kebanggaan dalam kebudayaan masyarakat Indonesia. Batik menjadi semakin terkenal ketika seni batik ini dikenal secara luas di dunia dengan adanya pengakuan bahwa batik merupakan sebuah warisan budaya dari bangsa Indonesia. Tingginya minat terhadap berbagai macam produk batik seperti kain dan juga baju batik membuat banyak daerah yang awalnya tidak memiliki kesenian batik mulai mencari dan juga menciptakan motif batik yang dapat dijadikan sebagai ciri khas mereka. Tema batik yang mereka angkat pada umumnya akan memperlihatkan ciri khas dari kota asal mereka dan dengan begitu motif batik tersebut selain sebagai sebuah karya seni dapat juga sebagai ajang pengenalan daerah tersebut secara lebih luas ke wilayah lain. Batik yang berkembang di wilayah Purwakarta yang ada di wilayah Jawa Tengah ini dikenal dengan nama batik kahuripan. Motif batik ini merupakan sebuah motif batik yang berasal dari karya seni pemenang perlombaan penciptaan motif batik yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah kabupaten purwakarta pada tahun 2009. Motif batik kahuripan ini merupakan sebuah karya seni yang diciptakan oleh seorang pegawai dinas peternakan dan juga perikanan di kabupaten Purwakarta. Batik kahuripan yang berhasil memenangkan lomba ini kemudian menjadi seragam batik resmi untuk para pegawai yang berada dalam wilayah kabupaten Purwakarta. Namun hal yang patut disayangkan adalah motif batik khas dari wilayah Purwakarta ini ternyata belum dikenal secara luas oleh masyarakat daerah itu sendiri. Dalam rangka lebih memperkenalkan motif batik khas dari purwakarta ini secara lebih luas maka dikeluarkan aturan dari pemerintah daerah setempat tentang penggunaan motif batik kahuripan di daerah ini. Motif batik kahuripan ini memiliki makna yang positif di mana warna hitam, dan juga warna kuning merupakan warna khas dari kota ini. Motif batik kahuripan ini memiliki bentuk dua pilar yang merupakan lambang dari dua kalimat syahadat yang memiliki makna mengenai hakikat dan juga syariat. Sementara motif batik yang memperlihatkan bentuk tiga lekukan di bagian atas pilar merupakan motif batik yang menjadi lambang dari Iman, Islam dan juga Ikhsan. Motif batik bunga melati merupakan motif yang memberi lambang akan sesuatu yang suci dan juga harum.